Happiness?
It's almost indescribable isn't it? Things don't necessarily have to be in order in your life, but it's okay. They're just good enough that you can still smile and laugh, and maybe even love. It's knowing all the wrong things in your life but not focusing on them. It's like pushing the drama behind you and pulling that smile out front. It's not a fake front and secretly being miserable inside. No.
It's dealing with all the crap in your life first, so you can enjoy being happy, really happy afterwards. You've got to cry to be able to appreciate a smile. There's no easy path to happiness. But when you reach it, not a million words can describe the feeling.
Hope tomorrow will be alright =]
We don't have time to waste asking for things we don't have. We can only look for the best way to fight with the things we have for our whole life.
Thursday, February 16, 2012
Wednesday, February 15, 2012
Thursday, February 9, 2012
sebatas kata-kata dengan makna tanpa batas
Cuma sekedar pengingat, ketika kealfa-an & kekhilaf-an itu tiba.. :')
terima kasih yang tak terhingga telah mengajarkan arti hidup ini pak...
thank you so much old man ~
-RJ'11-
sekarang semua hak kalian mau baik atau rusak ter serah kalian kamu punjo pikir an masing2
tugas papa membesarkan kalian nje kolah kan kalian kalau pan jang umur pacak jigok kamu berkeluarga hanja sebatas itu
kalian anak jg terpelajar dari keluarga baik2
ngapo dak pacak pikir
hidup ini jagan selalu melihat keatas sesekali liat kebawa
ada siang ada malamm ada masa suram ada masa cera dalam perjalanan hidup
setiap orang pasti menemuinjo maka hidup ini harus sabar
lagi ado pikir ke waktu, dak katek jangan nak tiru2 ejoke untuk diri kito
memohon pada orang itu bukan harapan, banga soudara kaja famili itu bukan pujian
jeri paya hasil keringat sendiri itu baru murni
kau mungkin masih terbajang masih kecil satu hari berapokali mitaduit pp marah
jadi hikmah kau kan sekarang
jadi pelajarilah sebelum menjadi penjesalan
aku njesal dulu dak mau njesal dikemudian hari
cubo kau tanjo ado dak wong nje salduluan
kalu kau tau di segi apapun sebelum di kerjakan saya pikir kan dulu bencana musiba rugi
kalu itu terjadi itu tidak jadi beban pikiran ku lagi gagal aku masih ada semagat untuk berjuang
umum nja orang mejesal di kemudian hari banjak
efek njo jg terutama malas teroma terahir jadi gilo
boleh kau analisa bener dak omongan pp ni
nah ini ada sifat iri hati, kau jangan pake buang jau2 pakai lah sifat wales asih at nabi
harimau mana jg dak sajang di anak
sajang harus di tunjuke apo
contoh kekau masih kecik tu bae
omong kito di besak ke wong tuo lah bersukur
camano wong jg dak mamputu bandingke si a si b ooo masih lemak kito
sifat dak biso diroba peragi biso diroba kebiasan foyafoya belajar menghemat kenapo dak biso asal ada kemauan pepata mengatakan batu biso bolong di tetesi air hujan
wong harus megalami penderitan barubiso menjadari kalau dia ingin memperbaiki dirinja
hanja dia sendiri jg memperbaik inja
makna njesal sudah gerti kesempatan terlewatkan kapan waktu akan ketemulagi
terima kasih yang tak terhingga telah mengajarkan arti hidup ini pak...
thank you so much old man ~
-RJ'11-
Wednesday, January 25, 2012
Friday, November 18, 2011
last message
Gw bner2 gak kuat ngeluarin kata2 semua yg gua rasain..
Intinya.. 3 taun di malaysia bakal sulit buat gw kalo gak sekamar sama elo jon. Apa yg gw lewatin kecil bandingan nya sama punya temen kaya lu.. tapi life must go on... :D
So take care partner in crime.. B-)
Udah 3 tahun kenal ngetik nama masih aja salah, hahahaha :P
Until we meet again =]
Monday, November 14, 2011
kesabaran
Seorang anak mengeluh pada ayahnya, “Aku capek, sangat capek. Aku belajar mati matian sedang temanku dengan enaknya menyontek. Aku mau menyontek saja!
Aku capek karena aku harus terus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu.
Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung.
Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.
Aku capek ayah, aku capek menahan diri… Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka, ayah!” sang anak mulai menangis.
Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya, ”Anakku, ayo ikut ayah”.
Mereka menyusuri jalan yang jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
”Ayah, mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah,” anaknya terus mengeluh.
Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yg cantik, dan pepohonan rindang.
“Wah… tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini!”
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah”.
”Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal amat indah?”
”Itu karena orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek, padahal mreka tahu ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini.
”Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kejujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan.”
Hidup adalah perjuangan untuk mengendalikan dan mengalahkan diri. Jalanilah hidup penuh kesabaran.
Aku capek karena aku harus terus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu.
Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung.
Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.
Aku capek ayah, aku capek menahan diri… Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka, ayah!” sang anak mulai menangis.
Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya, ”Anakku, ayo ikut ayah”.
Mereka menyusuri jalan yang jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
”Ayah, mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah,” anaknya terus mengeluh.
Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yg cantik, dan pepohonan rindang.
“Wah… tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini!”
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah”.
”Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal amat indah?”
”Itu karena orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek, padahal mreka tahu ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini.
”Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kejujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan.”
Hidup adalah perjuangan untuk mengendalikan dan mengalahkan diri. Jalanilah hidup penuh kesabaran.
p.s: lebih gampang berdamai ama orang lain daripada berdamai dengan diri sendiri =]
It's Monday!
-RJ'11-
Wednesday, October 26, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)
